Thursday, July 5, 2018

Kekurangan Suzuki Burgman Street 125

Suzuki Indonesia membuat kejutan dengan membawa skuter matik Burgman Street 125 ke ajang Pekan Raya Jakarta 2019.

Banyak yang berspekulasi motor gambot tersebut akan segera dirilis dalam waktu dekat, kemungkinan saat GIIAS 2019 pada Juli mendatang.

Melihat desain dan fiturnya, bukan tak mungkin Burgman Street 125 akan menjadi primadona baru di pasar skuter matik 125cc.

Tapi ada juga kekurangan yang dibawa Burgman Street 125. Nah berikut beberapa kekurangan Suzuki Burgman Street 125.

1. Ban belakang terlalu kecil

Dari segi desain, banyak yang memuji Burgman Street 125. Bodi gambotnya terasa pas dengan desainnya yang futuristik.

Hanya saja ada yang terasa janggal pada bagian belakang. Yup, roda belakangnya kelewat kecil.

Menggunakan ban berukuran 90/100 dengan ring 10, secara visual ban tersebut terasa sangat kontras dengan bodi gambot Burgman Street 125.

Meski tidak akan mengurangi rasa nyaman, namun secara visual ban kecil tersebut membuat Burgman Street 125 memang terasa janggal.
Lanjutkan membaca artikel di bawah

2. Sistem pembakaran belum injeksi

Meski telah mengusung headlamp LED dan speedometer digital, Suzuki Burgman Street 125 ternyata masih menggunakan karburator untuk sistem pembakarannya.

Padahal skuter matik lain kini telah mengadopsi sistem pembakaran injeksi yang jauh lebih modern dan efisien.

Selain itu sistem pendingin Suzuki Burgman Street juga masih air cooled. Sehingga bisa dibilang sektor pembakaran dan pendinginan mesin di Suzuki Burgman Street 125 masih tertinggal dibandingkan rival-rival sekelasnya.

3. Suspensi belakang mono

Motor dengan bodi sebesar Burgman Street 125 akan lebih kokoh jika dibekali dua suspensi belakang, seperti Yamaha NMax dan Honda PCX.

Namun Suzuki Burgman Street 125 hanya dibekali suspensi monoshock, meskipun secara kenyamanan dan kestabilan mungkin tidak akan terlalu bermasalah.

Post a Comment: