Wednesday, August 22, 2018

Fakta Dan Sejarah Kebab Turki

Roti tortila yang digulung bersama daging sapi dan beberapa jenis sayuran ini menjadi makanan yang pas sekali menjadi camilan di malam hari, ketika sedang malas mengkonsumsi makanan berat seperti nasi. Kebab menjadi salah satu makanan yang populer di kalangan anak-anak, remaja muda, dewasa, maupun orang tua.

Penjual kebab pun menjamur, baik yang hanya menjajakan menggunakan gerobak di pinggir jalan, maupun disajikan sebagai menu di restoran-restoran mewah. Ada beberapa fakta dan sejarah yang perlu kamu ketahui lho, tentang kebab ini. Berikut ulasannya.

1. Sejarah dan asal-usul kebab

Pada abad ke-8, kebab diperkirakan menyebar dari Persia ke seluruh Timur Tengah, baru kemudian pada abad ke-15 kebab sampai di India. Di abad ke-16 tentara Turki mulai mempopulerkannya ke seluruh dunia. Jadi, asal kebab ini bukan dari Turki ya, melainkan Persia, tapi dipopulerkan oleh tentara Turki.

Nama kebab ini pun konon berasal dari dari diksi persia, kabab, yang memiliki arti sebagai makanan yang ditusuk dan dipanggang. Jadi nama kebab ini bagi Indonesia sendiri lebih merujuk kepada masakan bernama sate, yang cara memasak dan penyajiannya sama dengan istilah kebab ini.

2. Arti doner kebab yang sangat populer

Istilah doner dalam Bahasa Turki memiliki arti memutar. Selain shis kebab yang artinya lebih kepada cara memasak daging dengan cara ditusuk dengan pedang, doner kebab memiliki cara memasak yang berbeda.

Daging yang telah dimarinasi ditumpuk vertikal layaknya gulungan benang, lalu daging tersebut dipanggang dengan cara memutar. Setelah matang, datang tersebut diiris dan diisi ke dalam roti bersama isian sayur-mayur serta saus.

Di Indonesia sendiri, doner kebab mulai populer sejak tahun 2005. Salah-satu waralaba bernama Baba Rafi yang memiliki andil besar dalam memopulerkan kebab. Mulanya Baba Rafi ini menjual kebab dengan gerobak di pinggir jalan, tapi kini ia menjelma menjadi salah satu waralaba besar di dunia.

3. Kebab sangat populer pula di Jerman

Kira-kira 50 tahun lalu, dua imigran asal Turki, yakni Kadir Nurman dan Mehmet Aygun membuka gerai kebab pertama di Berlin. Penganan itu kemudian populer dan banyak disantap oleh masyarakat Jerman.

Terdapat 40.000 kedai kebab di seantero Jerman, dengan 4000 kedai tersebar di Berlin, angka ini bahkan lebih banyak dari jumlah kedai kebab di kota Turki. Dalam satu hari, kedai-kedai kebab di Jerman bisa menjual hampir 400 ton daging sapi.

Kebab sendiri bukan hanya sebuah penganan bagi masyarakat Jerman, tapi juga merupakan lambang dari keberhasilan atas kerja keras kaum perantau.

4. Kebab bersaing dengan hamburger

Sama-sama memiliki isian daging dan salad sayur, tak dipungkiri jika kebab dan burger hampir sama di mata para pecinta kuliner. Oleh karena kepopuleran kebab di Jerman, eksistensi kebab ini merupakan saingan berat dari burger yang telah lebih dulu ada.

Keunikan dari kebab ini, setiap muncul di suatu negara akan menyesuaikan lidah, cara memasak maupun penyajian tanpa mengubah cita rasa aslinya. Contohnya, seperti di Indonesia sendiri, ukuran kebab lebih kecil lho dibanding dengan ukuran aslinya.

5. Kebab memiliki kandungan gizi yang tinggi

Di balik rasa lezat dan nikmat kebab, bahan-bahan yang terdapat dalam kebab juga membuat makanan satu ini memiliki kandungan gizi yang tinggi. Isian kebab biasanya terdiri dari irisan gading sapi, ayam, atau daging jenis lainnya, sayuran seperti selada, tomat, bawang bombai, dan saus.

Selain itu, kebab juga dipercaya memiliki manfaat luar biasa bagi tubuh. Contohnya, seperti meningkatkan kinerja dan kecerdasan otak, mencegah anemia dan obesitas, pun sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh.

Post a Comment: