Wednesday, June 10, 2020


4 Tahap Tumbuh Kembang Bayi Dilihat Dari Kemampuan Motorik Dan Komunikasi

Setiap anak lahir dengan kemampuan yang berbeda beda, tetapi bayi memiliki perkembangan motorik dan komunikasi yang hampir sama. Hal ini dapat diamati saat bayi baru lahir hingga berusia 12 bulan karena memiliki grafik perkembangan yang cukup signifikan. Anda dapat mulai mengamati kemampuan motorik dan cara komunikasi sebagai aspek tumbuh kembang bayi sejak usia 0 hingga 12 bulan secara umum. Yuk intip beberapa perkembangannya di sini!

Perkembangan Bayi Mulai 0 Sampai 12 Bulan

1. Bayi Baru Lahir – 3 Bulan
Kemampuan motorik yang dimiliki bayi baru lahir adalah motorik kasar yang sebatas dapat menggerakkan kaki dan tangan secara bersamaan. Hingga usia 4 minggu, bayi bisa mengangkat kepala sekitar 45 derajat dan saat memasuki hampir 3 bulan dapat mengangkat 90 derajat. Di usia ini, ia juga dapat bertepuk tangan dan memegang benda. Cara komunikasinya sebatas bisa memekik untuk menunjukkan sesuatu yang ia inginkan pada saat berusia 3 bulan.

2. Bayi 4 – 6 Bulan
Kemampuan motorik si kecil di usia ini biasanya sudah mampu menahan tubuhnya saat posisi telungkup. Tidak hanya itu, ia juga mulai dapat berdiri yang menunjukkan dapat menahan berat tubuh dengan kaki. Bayi anda sudah bisa berguling dan duduk dengan tegak. Motorik halus yang sudah berkembang adalah dapat meraih benda di sekitarnya. Tidak hanya itu, ia juga bisa mengumpulkan benda benda kecil, seperti benang, manik manik, atau kismis saat makan.

Tahap kedua ini menunjukkan kemajuan tumbuh kembang bayi yang cukup signifikan karena ia mulai berlatih berbicara untuk mengungkapkan yang ia inginkan. Kosakata pertama yang dapat ia ucapkan biasanya huruf “a”, “I”, dan “u” yang cukup mudah. Saat memasuki usia 6 bulan, bayi anda sudah dapat menirukan suara yang ia dengar. Di usia ini pula, anda dapat mulai mengenalkan makanan pendamping ASI untuk melatih kemampuan makannya sendiri.

3. Bayi 7 – 9 Bulan
Saat memasuki tahapan ketiga ini, bayi anda mulai dapat menjaga keseimbangan tubuhnya. Hal itu dibuktikan dengan kemampuannya yang dapat berdiri dari posisi duduk. Tidak hanya itu, saat berusia 9 bulan, ia dapat berganti posisi duduk ke berdiri dengan lancar, begitu pula sebaliknya. Motorik halusnya berkembang dengan cukup baik, terbukti mampu menggenggam dua benda sekaligus dan memukul mukulkan dua benda yang sedang ia pegang.

Si kecil sudah mampu berkomunikasi dengan lebih jelas, seperti mengucapkan dua suku kata termasuk mengucap “mama”. Komunikasi dengan bayi anda tentu lebih mudah karena proses tumbuh kembang bayi yang terus meningkat. Ia akan mulai banyak mengoceh mengenai suatu hal yang ia lihat dengan kata yang baru saja ia kuasai. Kemampuan sosialnya berhubungan dengan orang lain, seperti melambaikan tangan saat berpisah meskipun perlu bantuan.

4. Bayi 10 – 12 Bulan
Bayi yang berusia 10 bulan mulai belajar untuk berdiri sendiri tanpa pegangan, meskipun hanya bertahan sebentar saja. Ia juga mulai belajar membungkuk dan berdiri kembali serta belajar berjalan dengan lancar. Beberapa bayi dapat berjalan atau bicara dengan lancar di akhir tahap keempat ini. Motorik halusnya juga berkembang dengan baik, terbukti benda dapat ia pegang dengan kuat. Selain itu, ia juga mulai belajar memasukkan benda ke wadah dengan baik.

Caranya dalam berkomunikasi juga mulai lancar, terbukti dapat mengucapkan beberapa patah kata dengan sangat baik. Perkembangan ini dapat membuat komunikasi si kecil dengan orang orang di sekitarnya lebih baik daripada tahapan tahapan sebelumnya. Biasanya kata pertama yang dapat ia ucapkan adalah sebutan untuk ibunya. Si kecil belajar dari sesuatu yang ia lihat, sehingga tidak heran jika di usia ini ia suka menirukan berbagai aktivitas di sekitarnya.

Setiap orang tua tentu mengetahui bahwa si kecil belajar dari yang ia lihat dan dengar, sehingga harus selalu memberi contoh baik. Tumbuh kembang bayi ini semakin meningkat jika orang tuanya memberi rangsangan yang baik. Melalui merries.co.id pun telah dipaparkan bahwa anda turut campur dalam perkembangan motorik dan komunikasinya. Akan tetapi, setiap anak juga memiliki kemampuan yang berbeda beda, sehingga jangan dibandingkan atau dipaksakan.

Post a Comment: