Sunday, November 15, 2020

Vaksin Sinovac

Vaksin menjadi salah satu harapan besar bagi seluruh negara yang mengalami dampak dari wabah virus corona. Salah satu vaksin yang paling banyak menarik perhatian adalah vaksin corona dan vaksin Sinovac. Saat ini telah dimulai uji klinis untuk vaksin Sinovac agar mengetahui efektivitas dari vaksin tersebut dalam mengatasi virus corona. Berikut ulasannya.

Fakta Menarik Tentang Vaksin Corona Sinovac

1. Tiba Di Indonesia Pada Juli 2020

Vaksin Sinovac telah resmi masuk ke Indonesia pada Juli 2020, dimana akan langsung dilakukan uji klinis oleh pihak PT. Bio Farma. PT. Bio Farma adalah salah satu BUMN yang berada di bidang Coalition for Pandemic Preparedness Inovations (CEPI) yang berkompeten pada dunia farmasi khususnya untuk pengembangan vaksin – vaksin penangkal virus corona.

Percobaan uji klinis ini dilakukan pada 2.400 dosis dari vaksin yang disiapkan. Uji Klinis sudah memasuki tahap 3. Dengan jumlah partisipan mencapai 1.620 orang dalam rentang usia mulai dari 18 tahun hingga 59 tahun. Uji klinis ke 3 ini rencana akan dilakukan pada bulan Agustus 2020. Partisipan berada di satu daerah guna mempermudah pemantauan progress uji klinis.

2. Metode Pembuatan

Salah satu yang membuat Indonesia memilih vaksin corona dan vaksin Sinovac karena metode pengembangan vaksin yang menggunakan metode inaktivasi. Metode inaktivasi ini adalah metode pembuatan vaksin dengan menggunakan konsep bentuk bahan tidak aktif dari jenis virus atau bakteri dari penyakit tertentu. Berbeda dengan metode vaksin lain yang menggunakan bahan aktif.

3. Tempat Uji Klinis

Pemilihan tempat untuk uji klinis di Indonesia dilakukan pada satu daerah saja yaitu Bandung. Menurut Manajer Lapang Uji Klinis Vaksin Corona Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Eddy Fadlyana menyatakan bahwa uji tahap klinis ketiga ini akan dilakukan pada 6 daerah di Bandung. Selain itu negara lain yang melakukan uji klinis ada Brazil dan Bangladesh.

4. Efek Samping

Tim riset yang berada di Indonesia menjelaskan bahwa penyuntikan dari vaksin corona dan vaksin Sinovac ini akan dilakukan 2 kali dalam waktu 2 minggu. Setelahnya partisipan akan berada di bawah pengawasan selama 6 bulan kedepan. Kekebalan imun tubuh akan terlihat pada saat penyuntikan vaksin hingga 28 hari pertama. Pengawasan akan selalu dilakukan dengan rutin.

Kusnadi Rusmil, seorang Tim Peneliti Fakultas Kedokteran dari Universitas Padjajaran menyatakan bahwa efek samping yang bisa terjadi ada 2 efek. Yang pertama secara lokal dan kedua sistemik. Kedua efek ini akan selalu diawasi pada semua partisipan yang telah menerima suntikan dari vaksin Sinovac, guna melihat efektif tidaknya mencegah virus corona.

 5. Rencana Produksi Masal

Apabila uji klinis ke 3 berhasil dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya kepada para partisipan, maka Indonesia akan melakukan produksi masal pada tahun 2021. Direktur Utama dari PT. Bio Farma, Honesti Basyir menyatakan bahwa produksi masal vaksin Sinovac kuartal pertama di Indonesia akan dilakukan pada tahun 2021 apabila uji klinis lancar.

Harga penjualan yang direncanakan oleh pihak PT. Bio Farma untuk vaksin ini dipatok dengan kisaran USD 5 hingga USD 10 dalam dollar AS, setara dengan 72.500 rupiah hingga 14.000 rupiah. Namun harga tersebut masih menjadi tinjauan awal, bisa saja nanti akan mengalami perubahan sesuai dengan situasi. Sehingga diharapkan vaksin corona dan vaksin Sinovac ini mudah didapatkan.

Itulah beberapa hal mengenai fakta menarik dari vaksin corona Sinovac. Vaksin ini masih banyak dilakukan uji klinis di beberapa negara. Banyak yang belum mengetahui pasti bagaimana efektivitas dari vaksin Sinovac dalam mengatasi virus corona. Oleh karenanya, akan lebih baik apabila masih tetap menjalankan protokol selama vaksin dilakukan uji klinis.

Post a Comment: